In Cerpen featured Home

Love Is a Verb Part 1




Entah apa yang menjadi motivasi saya buat nulis ini (mungkin gara" si doi yang semalem gandengan tangan bareng gue kali *FORGET IT!*), tpi hari ini saya pengen nulis cerpen dengan bertema "Love Is A Verb", oh ya, this is my first time I writing short story in My Blog, but let's read it guys.. :)




"Kamu serius gak sih sama aku?" Pertanyaan itu bukan pertanyaan asing bagi Dylan, karena dalam seminggu mereka berpacaran Maya sudah menanyakan hal itu kepada Dylan sekitar 4 kali.
"Kamu kok gak pernah bilang I Love U ke aku?" pertanyaan kedua ini yang membuat Dylan terdiam, karena Dylan pikir tak ada gunanya seseorang berkata I Love U kepada pacarnya, Dylan bukan tipe laki-laki yang romantis, jadi rasanya menurutnya I Love U tak perlu diucapkan, cukup dengan tindakan saja bukan?.
"Lan!, kayaknya ... "
"Aku harus apa?" Kata Dylan memotong Maya yang hendak menyelesaikan kalimat yang ia ucapkan.

Maya hanya terdiam menatap Dylan dengan kecewa. Ia berpikir kenapa laki-laki ini tak bisa mengucapkan kata sesederhana itu?. Maya tahu Dylan bukan lah tipe orang yang romantis, tapi apa susahnya mengatakan I Love U atau Aku Mencintaimu. 

"Sepertinya hubungan ini tak akan berhasil Lan"  komentar Maya tentang kalimat Dylan
 "Aku tahu aku tidak seperti yang kau ingin kan, tapi bukan kah aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik?" Dylan menatap mata Maya.

"Aku sudah tidak tahan dengan hubungan yang disembunyikan seperti ini dari orang-orang, sudah dua bulan kita berpacaran, tapi sampai sekarang kau tidak pernah ingin memberitahukan hubungan kita pada siapapun, kau bahkan tak memberikan alasannya padaku?." Maya mulai meneteskan air matanya, Ia mulai berpikir apakah laki-laki ini serius atau tidak menjalani hubungan dengannya atau hanya bermain-main?. Tapi diusia mereka saat ini yang sudah menginjak usia untuk menikah apakah pantas bermain-main dalam sebuah hubungan?. Karena bagaimana tidak ia bisa berpikir begitu kalau pacarnya ingin menyembunyikan hubungannya didepan semua orang, Dylan tak mau diajak jalan bersama, diajak makan malam, diajak menonton bioskop atau yang lainnnya. Bahkan rasanya Dylan hanya pernah menggenggam tangan Maya satu kali saat Dylan menyatakan cinta pada Maya. Apa karena Dylan adalah seorang Bos di perusahaan tempat Maya bekerja jadi ia harus menjaga Imagenya untuk tidak tyerlihat dekat dengan siapapun dikantor?. Tapi menurut Maya itu bukanlah sebuah alasan, kecuali Dylan lebih mencintai jabatannya sebagai Bos dari pada Maya.


"Lalu apa yang kau mau sekarang?" tanya Dylan pada Maya, ruangan ber AC pun terasa panas saat ini, ruang kerja Dylan cukup luas untuk lima sampai tujuh orang, tetapi kenapa udara terasa panas?.
"Sebentar lagi jam istirahat selesai, aku harus kembali bekerja, jangan sampai ada orang yang tahu kau sedang disini sekarang" Lanjut Dylan

Bahkan disaat-saat seperti ini Dylan masih memikirkan untuk menyembunyikan hubungan mereka. Maya benar-benar sudah tidak bisa berpikir jernih. dadanya mendadak sesak.
"Kita putus!". Kata Maya. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut maya, sebenarnya itu hanya gertakan agar Dylan mau menuruti permintaan Maya, tapi Maya tak yakin ia ingin memutuskan hubungan dengan Dylan. Maya ingin diperhatikan, Maya ingin semua orang tahu hubungan mereka berdua, Maya ingin keseriusan Dylan, tapi Dylan hanya bersikap acuh tak acuh pada hubungan mereka berdua.

Maya menunggu jawaban Dylan, berharap Dylan menyerah dengan menuruti permintaan Maya agar hubungan mereka tak dirahasiakan lagi. tapi coba tebak apa yang dikatakan Dylan?.



Tunggu di PART 2 nya yoo, Maaf cerpennya agak GAJE, tapi ya beginilah akibatnya kalo menulis satu projek tapi terputus-putus, idepun terlupakan, tapi saya janji di "Love Is A Verb PART 2" gak akan GAJE lagi. Sumimasen.. :)

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment

Sponsor

Sponsor

Páginas vistas en total

My Blog List

Advertisement